Sabtu, 02 Mei 2009

Things i hate most when got misscariage...

hehe..gak maksud apa-apa sih..
mungkin bisa jadi pertimbangan kalo lagi besuk / tanya kabar temen/sodara yang baru aja keguguran. mesti paham kalau perempuan yang baru keguguran itu mengalami sakit fisik sekaligus trauma psikologi, jadi bawaannya sensi terus (hehe..been there). mesti jaga2 omongan dan ucapan. jangan bikin down..
nah ini beberapa Hal yang sebaiknya dihindari ya ibu-ibu:
1. pertanyaan kenapa bisa keguguran? kecapean ya?...aduh ini pertanyaan yang paling males ditanggepin. kebanyakan orang selalu menginterpretasikan masalah keguguran dengan fisik yang capek. padahal penyebabnya jauh lebih luas dan lebih kompleks dari sekedar capek. jawaban gue Cuapek Dweh....
2. pertanyaan Kandungannya lemah kali? ini juga bikin males. seolah-olah menyalahkan si punyanya rahim, kalau dia tuh payah, penyakitan, bla..bla..a big No No...
3. jangan pamer segala sesuatu yang berbau kehamilan, foto usg, pengalaman denger perkembangan janin, etc...ini sensi banget. bisa bikin lama sembuhnya luka batin..bikin
4. pernyataan eh katanya klo keguguran trus dikuret, susah hamil lagi loh!! aduh ini sih ngajak berantem. bukannya disemangatin, malah bikin orang hopeless. emang yg ngatur dia apa!!
kira-kira sih gitu gambarannya. gw lebih suka kalo menganggap keguguran yang dialami adalah kehendak Tuhan, memang belum saatnya kita dikasih rejeki anak. alasannya...Tuhan yang paling tau. mungkin kita merasa siap dan mampu. tapi kalo Tuhan berkata lain. kita hanya bisa berdoa dan pasrah.
jadi mohon bagi yang belum pernah mengalami keguguran dan akhirnya harus diakhiri dengan tindakan kuret, janganlah membicarakan hal-hal yang kurang berkenan. karena kamu gak akan pernah tau rasanya seperti apa kecuali kamu yang mengalaminya sendiri.
tidak mudah tentunya untuk bisa pasrah dan ikhlas. kalau sakit fisik bisa ditahan, sebentar juga sembuh. tapi kalau batin yang sakit, butuh dukungan dari orang2 sekitar untuk membesarkan hati dan semangat kembali. secara tidak langsung, kesehatan kita terpengaruh juga oleh suasana hati kita.
kalau melihat faktanya, kasus keguguran banyak terjadi di kehamilan pertama. dan rata2 penyebab yang paling sering adalah kelainan kromosom, ini sama sekali bukan indikasi bahwa kita tidak subur, atau tidak bisa menghasilkan kualitas janin yang normal. pihak laki-laki dan perempuan punya andil yang sama. toh pembuahan terjadi karena adanya kerjasama dari sel telur dan sperma. tetapi kenapa, kalau kasus keguguran terjadi yang lebih sering disalahkan adalah pihak perempuan. hey...50% juga ada andil laki-laki. jangan semudah itu menilai. dokter kandungan mengistilahkannya dengan seleksi alam.
saran aja. sebelum menikah ada baiknya cek pre-marital checkup, berguna banget bagi pasangan yang ingin langsung punya momongan dan program setelah menikah.
tapi sekali lagi. semua adalah kehendak Tuhan. meskipun sepasang suami istri dinyatakan sehat. kalau Tuhan belum memberi rejeki, kehamilan tidak akan terjadi.
doakan ya untuk 3 bulan kedepan gw mo program hamil lagi. dan sekarang sudah mulai siklus haid baru lagi pasca kuret. Alhamdulillah, rahim sudah normal kembali. berarti tunggu   2 x siklus haid, program bisa dimulai.
Amin...

Rabu, 29 April 2009

Mengalami Rahim Turun

Lebih menyakitkan rasanya daripada saat kontraksi keguguran.
awalnya setelah tanya ke dsog sudah boleh berhubungan atau belum, katanya sudah, asal jangan sampai hamil. terserah deh gimana caranya, mo pake kondom, atau terputus.  
jadilah kita mencobanya....alamak...rasanya kayak malam pertama lagi...suakit..dan setelah nya kok perut langsung mules bgt..lagi2 awalnya aku kira mau buang air, jadinya aku ke kamar mandi..ternyata semakin lama semakin mules, dan rasanya turun ke bawah perut. sampai aku tidak kuat jalan dari kamar mandi menuju ke kamar. aku mulai menangis  
dan melenguh..(sapi kali ). suamiku langsung buru2 memapahku ke tempat tidur dan membaringkan tubuhku. aku terus saja menangis dan mengaduh (mungkin mengaduh lebih tepat dari melenguh). rasanya....suaaaaaakittttt...tiada tara.. suamiku sampai bingung harus bagaimana..keringat dingin mulai keluar..Ya Allah..cobaan apa lagi ini. aku dibuatkan teh panas. sambil suami memijit kakiku..aku tidak mampu meluruskan badanku, karena rasa sakit yang luar biasa. apalagi ini sakitnya di bawah perut, aku tidak mampu berjalan sama sekali, duduk saja tidak bisa. aku hanya bisa menangis dan beristighfar menahan sakit.
aku berasa ingin pipis. tapi begitu jongkok..sakit sekali aku tidak kuat. harus dengan perlahan sekali. tak lama Ibuku datang..begitu aku menjelaskan sakit yg kurasa, dia langsung menyimpulkan bahwa rahimku kemungkinan sedikit turun akibat tindakan kuret. karena menggunakan kuret hisap, secara tidak langsung mungkin saja terjadi. Ia lalu bertanya apa aku mau dibawa ke dokter. aku dengan tegas bilang tidak. karena aku tau kalau ke dokter aku pasti akan diperiksa dalam dan rasanya akan lebih sakit lagi. lalu pilihan kedua diurut. aku pilih yang kedua.
memang ada yang bilang tidak boleh urut perut, ada yang bilang boleh saja. kalo menurutku, tergantung keyakinan akan kesembuhan diri sendiri. kalo kita yakinnya denga cara urut, otomatis akan tersugesti juga. dan aku yakin. langsung mama telpon tukang urut langganan kami. aku memang rutin diurut sebulan sekali, atau luluran. 
jam 4 sore mbak urut baru dateng karena ada panggilan urut di tempat lain. sebelum mulai urut, ia meraba perut bawahku, dan menyatakan, memang agak turun. yang pertama diurut adalah badan seperti biasa. lalu saat urut bokong lebih ditekankan juga pada bagian panggul.
setelah itu baru ia mengurut perutku, caranya benar-benar ampuh dan tidak terasa sakit sedikit pun. hanya berasa klik saat perut bawahnya dinaikkan keatas. Alhamdulillah saat itu juga, aku bisa bernapas dengan lepas. semenit kemudian mulai bisa buang gas. rasanya plooooong bgt.
bisa duduk, bisa jalan, walau masih nyeri sedikit. lega banget. langsung bisa tidur. aku disarankan untuk menggunakan korset supaya perutnya lebih kencang dan ada penahan. memang harusnya aku pake gurita yang dibelikan mamaku. tpai , aku males memakainya, karena ribet. untungnya sepupuku ada yg punya korset seukuran denganku. langsung kupakai malam itu juga.
kemudian darah nifasku keluar lagi, cuma 4 hari saja, sisanya bersih sama sekali. aku hanya minum jamu herbal. aku tidak berani terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik.
sampai sekarang aku masih tetap menggunakan korset. paling tidak sampai satu bulan kedepan. mudah2an kejadiannya tidak terulang lagi.

Selasa, 28 April 2009

TORCH & ACA

sudah sebulan pasca tindakan kuret akibat keguguran.
diagnosa dokter yang awalnya menyatakan aku hamil anggur / mola hidratidosa, ternyata setelah meilhat hasil PA jaringan, dinyatakan hanya murni sisa hasil konsepsi. dan penyebab keguguran yang terjadi adalah Blight Ovum / janin tidak bekembangan akibat kelainan kromosom pada saat pembuahan sel telur & sperma. kupikir juga begitu. karena memang hasil usg menunjukkan ukuran sel telur yang terus mengecil, dan tidak pada ukuran normal.
leganya mendengar penjelasan dsog. upaya pemulihan terus dilakukan. aku diberi waktu 3 untuk bisa hamil kembali. selama waktu itu kadar hcg juga harus turun. terakhir cek pake test pack senin tgl 27 kemarin (tepat 1 bulan pasca kuret) hasilnya...satu garis jelas, satunya tipis dan samar...lumayan seneng, berarti kadarnya sudah menurun.
hasil tes TORCH dan ACA juga bagus. IgM nya negatif semua, walaupun ada 2 hasil IgG yg positif tapi yang penting IgM nya harus negatif, menurut dokter dan dari beberapa artikel yg aku baca. usg rahim juga sudah menunjukkan hasil yang baik. rahim sudah kembali ke ukuran normal, dan dinyatakan bersih.
kembali untuk program hamil lagi, bulan juli, pada saat aku sedang mens...mudah-mudahan saja, untuk yang kali ini hasilnya akan lebih bagus dan baik. yang penting jangan lupa berdoa, jaga kesehatan, gak mau ngoyo juga harus bisa langsung hamil lagi. seikhlas Allah aja yang mau kasih aku amanah.
amin...

Kamis, 23 April 2009

Mengenal TORCH: Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus

Risiko Infeksi pada Ibu Hamil dapat mengakibatkan cacat pada janin. Pemeriksaan rutin diharapkan dapat mengurangi risiko. Kehamilan merupakan peristiwa yang menakjubkan. Menyambut masa istimewa dalam kehidupan wanita, diperlukan persiapan sebaik mungkin. Salah satunya, bagaimana menghindar dari risiko infeksi selama kehamilan. Infeksi selama kehamilan pantas mendapat perhatian mengingat efeknya yang berbahaya bagi janin. Namun, kebanyakan kasus infeksi sulit dideteksi karena tidak memperlihatkan gejala seperti demam. Kondisi tersebut sangat menyulitkan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi atau tidak. Akibatnya,sebagian besar ibu hamil tidak menyadari bahwa kehamilannya berisiko. Bayi yang dilahirkan pun berisiko mengalami cacat bawaan, kelainan mata, dan hidrosefalus. Selain bayi lahir cacat, risiko infeksi kehamilan juga menyebabkan berat badan rendah dan mudah terserang penyakit karena sistem imunitas belum terbentuk sempurna. Bahkan,risiko kematian turut mengintai lantaran bayi belum siap hidup di luar rahim dengan fungsi organ vital belummatang.Hal itu juga diperkuat karena sistem imunitasnya belum terbentuk sempurna. ”Jenis infeksi selama kehamilan banyak ragamnya. Meski demikian, yang perlu mendapatkan perhatian khususadalah TORCH dan HIV,” ujar Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Hospital Cinere dr Trijatmo Rachimhadhi SpOG( K) dalamseminar bertajuk ”Hamil, Persalinan, ASI semua Nyaman”, akhir pekan lalu, di Jakarta. TORCH merupakan kepanjangan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes SimplexVirus.Sebagai contoh,infeksi toxoplasma yang disebabkan oleh toxoplasmosis. Biang keladinya adalah parasit golongan protozoa. Binatang yang dituding sebagai penyebab adalah kucing, anjing,burung, dan tikus. Pada umumnya,wanita hamil yang terserang toxoplasma tidak merasakan suatu gejala. Andai kata mengalami gejala berupa demam, flu, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Direktur RS Bersalin YPK mengatakan penularan melalui binatang terjadi tidak secara langsung. Misalnya dari kucing yang mengidap toxo dan mengeluarkan kotoran. Selanjutnya,kotoran di dalam tanah menjadi santapan tikus. Secara otomatis, parasit juga akan tumbuh didalam tubuh tikus. Kemudian, tikus atau kotoran tikus termakan sapi dan kambing. Akibatnya, parasit akan berpindah ke dalam tubuh binatang tersebut. Daging sapi atau daging kambing menjadi lauk santapan manusia. ”Di sinilah terjadinya infeksi parasit toxoplasmosis. Apabila wanita hamil mengonsumsi daging yang tidak secara matang dimasak, maka akan terinfeksi,” kata dokter yang menjabat sebagai direktur RS Bersalin YPK ini. Di samping lewat makanan yang tidak dimasak secara matang, cuci tangan yang kurang bersih akan menyebabkan tersalurnya infeksi ke dalam tubuh. Bagi ibu yang telah terinfeksi akan menyalurkan parasit melalui plasenta. Adapun plasenta ini dapat menyebarkan penyakit ke janin melalui aliran darah. Namun, risiko janin terinfeksi tergantung dari usia kehamilan saat ibu terinfeksi. Semakin muda usia kehamilan, semakin besar risiko bayi cacat.

Jumat, 10 April 2009

Kebahagiaan yang tertunda

masih suka sedih juga klo harus inget saat itu..saat dimana kebahagiaan menghampiri setiap pasangan yang baru menikah...saat dimana sang istri merasa telat haid..saat sang istri merasakan perubahan pada bagian tubuhnya, PD yang membesar dan terasa nyeri di luar PMS, rasa mual di pagi hari yang membuat ia menjadi malas untuk sarapan. rasa lelah yang luar biasa, rasa pegal di sekujur tubuhnya, terutama saat bangun tidur, dan saat sholat dan rukuk ototnya meregang..,belum lagi ia harus tetap melayani suaminya, memasak untuknya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sekaligus bekerja di kantor.
Saat itu sabtu, tgl 7 maret '09, aku sudah telat 4 hari, kali ini gk mau ge-er duluan, pengalaman bulan kemarin, udah telat 5 hari trus ternyata tamu bulanannya dateng.ok jadi pake test packnya tanggal 10 aja, biar genap telat seminggu. walaupun semua tanda-tanda kehamilan sudah jelas banget, tapi tetep gak mau ge-er. kebetulan hari itu hubby ada tugas keluar kota, jadi aku nginep di rumah mama, yang kebetulan juga ada sodara yang mau kawinan jadi malemnya kita dateng ke resepsinya. hari minggu semua berjalan lancar, hari seninnya libur nasional, hubby ngajak jalan. sampai jam 1 siang semuanya masih normal.
ketika sorenya selesai makan, aku ke toilet di sebuah mall, betapa terkejutnya aku karena, keluar noda seperti akan haid, wah pikirku dalam hati, bulan ini gagal lagi deh. sampe rumah langsung aku memakai pembalut. dan aku menulis blog terdahulu soal ini. hari selasa aku kerja seperti biasa, tapi yg aneh paginya pembalut itu bersih. sampai siang masih bersih, sekitar jam 2 aku cek lagi ternyata keluar bercak darah segar 2 titik. langsung saja aku memutuskan untuk periksa ke dokter sorenya pulang kerja. aku pulang dulu untuk berganti baju. sampai rumah, kebetulan ada stok test pack aku langsung saja mencobanya, walaupun bukan urine pertama di pagi hari....
30 detik...hanya satu garis yg muncul...
1 menit...masih tetap satu...ok aku coba tunggu 2 menit lagi..
kupandangi jendela garis yg kosong dengan seksama...dan..ada garis yg muncul...samaaaaarr sekali...aku terus menunggu....
hasilnya seperti yang di gambar, muncul 2 garis, walaupun yang satunya samar.
Alhamdulillah..pekikku dalam hati...akhirnya, amanah itu sampai untuk kami.
aku langsung meluncur ke dokter. setalah mendaftar dapat nomer urut 7.
aku ditemani oleh saudaraku karena suamiku belum bisa pulang.
begitu masuk ruangan aku ceritakan kronologisnya, termasuk keluarnya flek itu,dan juga menunjukkan hasil test pack tadi sore
dokter langsung memerintahkan untuk USG TransV...oh tidak...agak risih juga karena dokternya laki-laki (yg perempuan hari ini tidak praktek).
sempet deg-degan..sakit gak ya...
ternyata gak sakit..cek sana..cek sini..foto sana...foto sini..HPHT aku 3 februari '09, jadi  usia kandungan 5 minggu janin 3 minggu
setelah fotonya di print, aku diberi satu, dokter menunjukkan letak embrio..ukurannya masih kecil bgt cuma 5,7 mm...tapi aku bahagia sekali...
ya...kebahagiaan yang tertunda...

Sabtu, 28 Maret 2009

pengalaman kuretase & ISK

jumat 27 maret jadwal yg diberikan oleh dsog ku untuk pelaksanaan kuret. Hari sebelumnya setelah mendapat hasil dari tes ekg,tes urine dan tes darah, aku diharuskan konsultasi terlebih dahulu ke dr internist. Saat melihat hasil ekg dan urine dokter tdk berkomentar, hasilnya bagus. Namun ketika melihat hasil tes darah, dia terlihat mulai serius. Ibu ini kok kadar leukositnya (sel darah putih) tinggi sekali (15400,sedangkan batas normal 10000), yang artinya aku terkena infeksi virus. mulai worried nih. Ditanya-tanya, mirip interview riwayat kesehatan. Batuk,tidak,pilek,tidak,sesak,juga tidak. Lalu dokter memencet beberapa bagian abdomen, sambil selalu bertanya sakit?..dan selalu jawabku tidak. Bagaimana kalau buang air kecil, apa sakit? Jujur memang sedikit ngilu&sakit. Ya, aku terkena infeksi saluran kemih (ISK). Agak kaget juga waktu dokter menjelaskan. Lalu aku diberi obat antibiotik untuk 5 hari, Baquinor 500mg,2 x sehari. Dihabiskan ya bu, ini untuk menurunkan kadar leukosit supaya normal.
sampe rumah aku googling soal penyakit ISK, yg pasti aku mesti tau dari mana aku dapet infeksi ini. Karena aku merasa setiap selesai pipis aku selalu mengeringkannya dengan tissue bersih dan tdk malas mengganti CD. Akhirnya dari penjelasan tersebut aku tau kalau bisa saja terpapar dari air yg digunakan untuk cebok, di tempat bagus sekalipun, tdk ada jaminan air bebas bakteri, ada data yg menyebutkan bahwa air tanah di jakarta rawan mengandung bermacam-macam bakteri. Ya kalau hal tersebut sulit dihindari.
Ok cukup ya soal ISK nya.
Jumat, jam 3 siang aku sampai di rs. Aku langsung berganti seragam pasien, dan diantar ke kamar rawat inap sambil menunggu proses kuret. Jam 4 sore aku mulai puasa, karena kuret dijalankan jam 9 malam. Sambil menunggu aku membaca-baca buku panduan doa untuk orang sakit yg diberikan pihak rs, sambil ditemani suami dan tanteku. Mamaku baru saja sampai dari ibadah umrohnya, jadi menyusul malam nanti bersama mertuaku.
Jam 8.30 aku dibawa ke ruang bersalin, jarum infus ditusukkan, selang dan cairan dipasang. Aku diminta berdoa sambil menunggu dokter datang. Suami menemaniku. 20 menit kemudian dsog dan dr anestesi datang. Oksigen dipasang, ekg dipasang. Aku akan mulai dibius. Waktu cairan pembius dimasukkan lewat infus, rasanya saaakiiit sekali, setelah sakitnya hilang, aku mulai pusing, bahasa kerennya nge-fly,hehe..
karena hanya bius lokal, rasanya seperti sedang bermimpi, nyata dan tidak. Saat alat dimasukkan tidak terasa, tapi saat alat vaccum berpindah sedikit berasa. Entah berapa lama prosesnya, yg pasti aku disadarkan oleh dr kalau prosesnya sdh selesai, tapi...mengapa perutku terasa mulas?? Aku bertanya pada suster, ternyata memang begitu efeknya, tapi lama kelamaan akan hilang. Syukur aku bisa menahannya, sambil terus beristighfar. Alhamdulillah gk lama langsung ilang mulesnya. Aku sudah sepenuhnya sadar. Alhamdulillah pula kepala tidak pusing dan aku tidak merasakan mual, aku sehat dan baik2 saja. Aku diposisikan duduk oleh suster. Ibuku menemani sambil mengajakku berbicara. Sebelum kembali ke kamar aku dipakaikan CD dan pembalut. Lalu aku dibawa kembali ke kamar. Sampai kamar aku ngantuk sekali, langsung tertidur. 4.30 terbangun karena kebelet pipis. Alhamdulillah darah nya tdk banyak. Aku ganti pembalut dan tidur kembali, suamiku pulang untuk mandi. Jam 6 pagi aku bangun kembali. Seorang perawat mengukur tensi darah, dan mengambil darah dari ujung jariku. jam 9 aku mandi, sykur darahnya juga sedikit. Keluar rs jam 11, aku makin merasa sehat. Apalagi darah sisa kuret sudah bersih dan tidak keluar lagi sama sekali. hanya aku bingung mama membelikanku gurita...wah kayak abis lahiran aja pake gurita...
Cerita pengalaman pake guritanya to be continue ya

Saat aku kehilangan yang lain mendapatkan

Renungan sekilas buat diri sendiri. Saat tiba di kamar observasi, aku mendengar tangisan khas itu, saat di kamar inap menunggu proses kuretase, karena alasan penuh, aku hanya dapat kamar rawat inap kelas 2, 1 kamar 3 orang. Kebetulan hanya 1 orang yang menempati dan jadi 2 setelah aku bergabung. Teman sekamarku seorang ibu seumur denganku, yg sedang menunggu proses kelahiran anak pertamanya, dia masuk jam 9 pagi dengan kondisi pembukaan 3. Sepertinya lagi2 Allah mengujiku. Aku sekamar dengan orang yg akan mendapatkan impian semua ibu, sementara aku akan kehilangan. Menjelang jam 10 malam aku dibawa ke ruang bersalin, dipasang infus, ditemani suamiku. Tak lama teman sekamarku juga dipindah ke ruang bersalin karena sudah pembukaan 5. Sangat jelas telingaku mendengar dia meringis menahan mulas, sambil dibimbing pernapasan oleh para bidan dan mengarahkan cara mengejan yang baik untuk mendorong bayinya keluar. Giliranku...obat bius yg disuntikan melalui pipa infus terasa sangat menyakitkan, tapi tidak sesakit perasaan ini. Tak lama aku berada dalam kondisi antara sadar dan tidak. Ya..aku hanya dibius lokal..mematikan saraf dari pinggang ke bawah, proses biusnya sendiri berjalan sangat cepat. Tak berapa lama aku dibangunkan oleh bidan, Aku cepat tersadar. Saat sadar itulah aku mendengar peristiwa kelahiran teman sekamarku. Selama hampir 30 menit, ia terus mengejan mendorong bayinya, sesekali diselingi tangisnya. Setelah berjuang, bayi itu lahir, dengan tangisnya yg keras.Alhamdulillah, Subhanallah, aku berkata dalam hati. rasanya seperti aku sendiri yg mengalaminya. Tanpa sadar, air mata mengalir, mama yang duduk disamping menemaniku menenangkan diriku. Aku ikhlas Ma, belum rejeki kami, kataku pelan dan lemah. Perutku masih terasa mulas, efek dari proses kuret. Ketika keluar ruangan, diluar sudah menunggu mertua dan adik2 iparku. Alhamdulillah mereka semua hadir. Kata suamiku, sisa hasil pembuahannya hanya berupa darah, dan akan diobservasi dulu di lab, supaya ketauan kenapa bisa gugur. Aku hanya diam, rasa kantuk menyerang, mungkin masih efek obat bius. Malamnya bayi teman sekamarku itu dibawa ke kamar untuk tidur bersama ibunya. 1 jam sekali ia menangis keras ingin menyusu sepertinya, walaupun membuatku susah tidur, tapi aku tidak merasa terganggu. Suamiku yg menjagaku, tersenyum tiap kali terbangun karena tangis bayi itu. Engkau memang maha adil. Yang satu kehilangan, yang lain mendapatkan. Aku yakin semua kejadian itu sudah diatur untuk membuatku kuat. Membuatku ikhlas. Aku pasti bisa melewati hari2 selanjutnya, tanpa terbebani pikiran apapun.