Sabtu, 02 Oktober 2010

Trip KL - Singapore Hari Kedua 2 Oct 2010



Hari Kedua tujuan kita adalah Menara Kembar Petronas, kita mau naik ke Skybridge, jembatan penghubung antara kedua menara, terdiri dari dua lantai ada di lt 41 dan 42. Tapi yg lantai 42 khusus buat karyawan, yang untuk wisatawan hanya lt 41. Menurut info yang kita dapet, pihak menara akan memberikan tiket gratis 1000 lembar untuk naik ke skybridge, tapi kita harus ngantri pagi-pagi biar dapet urutan naik gak terlalu siang. kita jalan jam 7 pagi di hari sabtu, begitu keluar hotel ternyata langit masih gelap, padahal udah jam 7. Mungkin karena perbedaan waktu 1 jam lebih awal dari jakarta ya. dari hotel kita jalan kaki 10 menit menuju stasiun Kereta Hang Tuah naik sampai stasiun Masjid Jamek. dari situ kita pindah kereta dan berhenti langsung di stasiun KLCC (Kuala Lumpur City Center), dari sini jalan kaki ke mall Suria KLCC, trus ke basement menara 2 untuk antre tiket.



Ternyata oh ternyata....antrian sudah mengular panjang. tiket konter baru dibuka 30 menit lagi, akhirnya kita ngantri selama 2 jam untuk sampai ke konter. ternyata kalau hari Sabtu dikenakan biaya 10 RM/org. jadi tidak gratis. Kita dapet giliran jam 1.40, masih ada waktu 2 jam, pertama kita foto-foto di luar, yang ada air mancur panjang banget, plus foto menara dari tampak luar, trus kita keliling mall yang kayak GI di jakarta, barang yang dijual Branded terkenal semua. Kita  cari foodcourt gak ketemu, akhirnya pilihan jatuh ke KFC, ambil paket total 12 RM berdua. Nasi Lemak, ayam goreng, milo, salad, trus kita tambah snack kentang goreng sama otak-otak. lumayan bikin kenyang, karena kentangnya banyak. 

setelah kenyang kita balik ke konter tiket untuk nunggu giliran, sebelum naik kita dikasih tanda pengenal Visitor, trus masuk ke ruangan untuk nonton film sejarah singkat Menara Petronas, lalu nunggu lagi untuk security cek, semua tas bawaan harus masuk ke X ray yang kayak di bandara. setelah itu kita naik lift super cepat ke lantai 41 cuma 30 detik. diatas kita dikasih waktu hanya 10 menit untuk foto2 dan menikmati pemandangan dari atas.
 
Selesai dari Petronas, kita lanjut ke Petaling Street buat beli oleh-oleh. Dari KLCC kita naik monorail terus lanjut jalan kaki, jujur kita sempet muter-muter, karena jalanan disini keliatan sama semua, haha... dan mobil memang gak bisa lewat di sini. penjual yang jualan disini adalah pedagang kaki lima, yang pasti harganya bisa ditawar. tapi yang jualan souvenir khas Malaysia gak banyak, yang banyak itu penjual tas-tas perempuan model KW kayak di tanah abang. selain itu di kawasan ini, banyak orang India jadi ada juga yang jual kembang-kembang ala India, dupa, dan bau orang India, hihi....
 
Selesai cari oleh-oleh kita beli tiket bus dulu buat ke Singapore, kebetulan ada konter tiket dekat hotel, tepatnya dibawah stasiun monorail. Harga tiketnya 45 RM/org, berangkat juga dari situ. di Singapore kita akan diturunkan di Beach Road / Golden Miles Complex, selain tiket kita juga dikasih kartu imigrasi buat diisi lagi. 




Selesai soal tiket kita balik hotel dulu, karena malemnya kita masih mau jalan ke Bukit Bintang. Sebelum ke Bukit Bintang kita ke Berjaya Times Square dulu, karena saya masih penasaran sama baju-baju yang dijual disana. hehe....puas di Berjaya, lanjut jalan menuju Bukit Bintang, sebelumnya kita mampir lagi ke Low Yat Plaza buat makan malem di foodcourt nya. kali ini kita coba masakan thailand, tapi halal kok, dan minum teh tarik asli Malaysia, enak, hangat dan gak terlalu manis.
capek juga seharian jalan terus, waktunya istirahat, yang pasti perlakuan orang malaysia terhadap orang indonesia biasa aja tuh, gak heboh kayak disini.



Jumat, 01 Oktober 2010

Trip KL-Singapore Hari Pertama 1 Oct 2010

Akhirnya kesampean juga buat jalan-jalan berdua ajah. ke LN pula *norak critanya.
sebenernya kita tadinya mau ke pulau Bangka untuk bulan madu kedua, berhubung beberapa pertimbangan jadilah hanimun berubah ke KL - Sing. Urusan tiket juga baru kita booking seminggu sebelum keberangkatan. Tujuan pertama kita ke KL, so kita cari tiket Air Asia, sayangnya kita cuma dapet promo discount 20% dan jatuhnya tetep mahal (dengan ++ pilih tempat duduk, convenience fee, bus transfer ke KL). Untuk pulangnya kita dari Singapore, dapet tiket promo Lion Air yg harganya setengah harga tiket AA (no airport tax di Bandara Changi). Lumayan bisa saving di tiket pulang.
Waktu sudah ditetapkan dan e-ticket sudah di tangan. Tibalah hari dan jam keberangkatan, Jumat 1 Oct pesawat pertama 6.25. Ternyata untuk cek-in kita tidak perlu antri di counter, ada mesin cek-in online yang disediakan AA mirip ATM gitu. Sempet kesel sama petugas AA, masa kita cuma one-way ticket ditanyain, "tiket pulangnya mana, gak boleh klo cuma tiket berangkat". So what! urusan gue dong mau pake maskapai apa buat pulang. Udah gitu kita gak dikasih kartu isian untuk imigrasi, so jadilah kita bolak-balik untuk minta itu kartu. 
sebelum ke imigrasi kita ke loket bebas fiskal dulu buat nunjukin NPWP asli. Habis itu isi kartu kedatangan/keberangkatan kita antri di imigrasi, mungkin karena ini perjalanan pertama saya dan pasport masih kosong dari stempel, so orang imigrasi sok galak, nanya-nanya. owiya kartu kedatangan yg disobek petugas jangan hilang, karena nanti waktu kembali ke tanah air kartu akan diambil (wajib distempel kartunya).
Pengalaman pertama naik AA, cukup lumayan, kursi sih emang sempit, tapi awak kabin sangat informatif, kondisi cuaca, posisi pesawat disampaikan dengan akurat. Karena berangkat jam 4 subuh, so kita belum sempet sarapan terpaksa kita beli nasi goreng seharga 27rb/porsi+air mineral 9rb/btl kecil. rasanya sedikit beda sama nasi goreng yang biasa, tapi ada sate daging ayam 2 tusuk, teri sedikit, ya lumayanlah buat ganjel perut sampe hotel. Saat berangkat disampaikan kalau cuaca di Kuala Lumpur berawan, dalam hati sedikit takut, karena biasanya cuaca buruk pesawat akan bergoyang-goyang. Betul saja, di setengah perjalanan dikabarkan kalau kita akan mengalami cuaca buruk, dah terbukti pesawat naik turun, huuuufff cukup bikin deg-deg an. tapi Alhamdulillah kita sampat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) bandara milik Air Asia di Malaysia info bisa diliat di LCCT
Karena kita udah sekalian beli tiket bus seharga RM 9/org menuju KL Sentral (terminal pusat dan terbesar di KL), jadi kita tinggal lanjut naik bus. Di budget terminal ini, penjaganya sangat longar, bagasi kita tidak diperiksa lagi, mesin x-ray hanya jadi pajangan dan petugas cuma ngobrol. ow iya meskipun kita tidak beli tiket bus sekalian dengan tiket pesawat, disini bisa dibeli langsung, ada macam-macam harganya rata-rata 8-9 Ringgit. Sayangnya jalan menuju shelter bus, lumayan jauh, ya maklum deh namanya juga Budget Terminal.
Perjalanan LCCT ke KL Sentral lumayan jauh sekitar 1 jam. Pemandangan sepanjang jalan hanya bukit, dan kebun sawit, namun ketika memasuki wilayah kota, mulai terlihat apartemen, mall, udara cukup panas, dan agak gersang. kendaraan di Malaysia jarang yang bagus, kebanyakan mobil lama, bisa dihitung dengan jari mobil-mobil mewahnya. beda di Jakarta, mobil mewah berseliweran di jalan-jalan. untuk urusan mobil Malaysia kalah update sama Indonesia, motor juga jarang banget beredar, kalaupun ada juga motor Honda jadul, hehe...tapi yang oke, jalan raya tertib, bersih, rapih. 
Sampai di KL Sentral kita lanjut naik monorail, sebelum kesana kita udah cek rute di kl monorail karena hotel kita dekat dengan stasiun Monorail, jadi pilihan transportasi termudah ya monorail. Jangan takut nyasar karena banyak brosur Turis guide di hotel, lengkap dengan peta tempat2 wisata.
nah untuk urusan hotel kita booking lewat agoda pake kartu kredit, ya untuk mempermudah saja, sekaligus sama hotel yang di singapore juga.
Disini ada beberapa pilihan moda transportasi yang murah seperti kereta biasa, kereta bawah tanah, monorail, bus, untuk lengkapnya bisa klik di rapidkl.com.my web ini lengkap informasinya, sampai perkiraan biaya dan waktu tempuh juga ada.
Hotel tempat kita nginep ada di kawasan Pudu, ini hotel budget, ngapain juga di hotel yang mahal, toh kita cuma numpang tidur, mandi aja, selebihnya kita bakalan seharian jalan. untuk menuju ke hotel kita naik Monorail dan turun di stasiun Imbi. Karena ini pengalaman pertama naik monorail,  jadi kita rada norak waktu masukin kartunya di mesin. gak kayak busway yang langsung ketelen kertunya, ternyata setelah kita masukin kartunya keluar lagi, dan nanti dimasukin lagi saat kita keluar stasiun, baru deh tuh kartu ketelen, hehe...
Waktu tempuh menuju stasiun Imbi cuma 10 menit, jadi ngebayangin kalo Monorail di Jakarta beneran ada, pasti orang pada milih naik ini daripada bawa mobil. bebas macet, jalan diatas di jalur sendiri. waktu tempuh yang singkat, plus sarana dan info jalur-jalur juga tersedia dengan lengkap.
 Sampai di Imbi kita harus cari alamat hotel, langsung aja tanya sama tukang sapu yang kebetulan orang India, sebetulnya disini, pake bahasa melayu juga bisa, tapi biar keren ah pake bahasanya pangeran charles. dia ternyata tau hotel kita, dan kasih petunjuk jalan, ternyata jaraknya dekat sekali dari stasiun, jalan kaki cuma 5 menit.
 
Ini dia hotelnya
cocoklah untuk budget traveler, dapet harga murah dari agoda. yang penting bersih dan cukup strategi lokasinya.
Dari info yang didapet dari petugas hotel, di seberang stasiun ada mall murmer, kayak ITC gitu, namanya Berjaya Time Square. Lalu untuk ke kawasan Bukit Bintang kita hanya jalan kaki 10 menit. wah lumayan strategis. dan enaknya deket monorail, yang merupakan andalan kita untuk bepergian kita kemana-mana. meskipun nanti kita akan turun naik, paling tidak untuk urusan transportasi tidak menyulitkan. sebelum kita cek-in, petugas hotel memperlihatkan dulu kamarnya ke kita. owiya, sebenernya waktu cek in jam 1 siang, dan kita sampai hotel jam 11.30, tapi karena ada kamar kosong kita diperbolehkan cek-in lebih awal. senangnya....
hotel dengan interior modern, layout yang gak bosenin, pokoknya nyaman di dalemnya. hotel ini memang gak ada jendela di kamarnya, ukuran kamar seekitar 3x2, dengan kamar mandi yang simpel, hanya shower dengan pemanas air listrik, colset dan wastafel berkaca. tapi desinnya cukup enak. ditambah tv LCD 32 inch di dinding, kettle untuk masak air, gelas, meja dan kursi yang minimalis. plus wifi gratis. rasanya cukup deh klo kita emang niat jalan-jalan. dan tidak seharian 
berdiam diri di hotel, rasanya hotel ini cukup. dan meskipun letaknya di pinggir jalan tapi sama sekali gak berisik. CCTV juga tersebar dimana-mana. sebenarnya di kanan kiri hotel ini juga banyak budget hotel, mungkin karena yang lain pengurusnya orang india, jadi terlihat kurang menarik. Manager hotel juga pandai bahasa melayu, orangnya cukup informatif dan komunikatif, kita bisa tanya apa aja, tanpa dicemberutin.

Selesai urusan administrasi, kita istirahat, mandi lalu lanjut lagi buat cari makan siang, berhubung ada mall terdekat jadilah kita makan di Berjaya Time Square. di food court ,makan berdua 10 ringgit, cukup kenyang, Klo disini gak susah cari makanan halal.

Mall ini cukup besar, tapi barang-barang yang dijual lumayan murah, kayak di Mangga Dua or ITC, mungkin lebih murah kali. banyak toko pakaian, sepatu, model pakaiannya bagus bagus (untung gak kalap). harganya berkisar 10-30 RM. dan banyak penawaran menarik. mungkin orang yang jualan baju di jakarta belanjanya disini kali ya...di jakarta harganya bisa 2 kali lipat.
selain toko pakain, tas dan sepatu juga ada taman bermain indor, kayak di Puri Indah. selain mall ini di kawasan Bukit Bintang juga terdapat banyak mall, yang kayaknya lebih mahal barang-barangnya.
kayak BB Mal, Paviliun, Low Yat Plaza untuk penggemar gadget, Lot 10 trus juga butik VINCCI dan Charles & Keith, yang kebanyakan belanja disini adalah orang Indonesia.
Nah karena sang suami tercinta lupa bawa sendal, jadilah kita terpaksa cari sendal yang murah. pilihan tertuju di salah satu toko yang sedang promo untuk sepasang sendal 15 RM. Trus klo saya sih cari tas buat mertua tercinta, hehe...
selain itu juga karena bawa baju sedikit (emang niat blanja) cari-cari baju yang 10 - 20 RM. puas keliling mall kita balik lagi ke hotel untuk istirahat, lalu lanjut lagi menyusuri Bukit Bintang di waktu malam





dari hotel menuju bukit bintang bisa jalan kaki sekitar 10 menit, tapi kayaknya gak sampe 10 menit deh, karena sepanjang jalan bisa liat yang menarik, kayak KL Tower dan Petronas dari kejauhan dengan lampuya. 









Suasana malam di Bukit Bintang sangat ramai, ada yang berjualan, banyak terdapat tempat pijat refleksi kaki dengan harga murah, juga ada Hawkers stall bertebaran. banyak turis asing juga disini, apalagi ada McDonald dan KFC 24 jam. owiya disini seven eleven itu dah kayak indomart aja, bertebaran dimana-mana, dan bukan tempat tongkrongan kayak disini. kita sempet ke hawkers stall pecinan, pengen nyoba takut gak halal, jadi cuma bisa ngiler aja, hihi...
puas menyusuri Bukit Bintang, kita cari makan malem. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di Plaza Low Yat food Court 12 RM untuk berdua, lumayan paket makan kali ini dapet buah, semangka.
selesai makan kita balik ke hotel untuk istirahat karena besok kita mau ke Petrona untuk naik ke skybridge nya. karena kabarnya untuk antri tiketnya bisa panjaaaaaaaaaaannnnnnnngggggg banget.
so besok mesti berangkat pagi










Senin, 20 September 2010

Tampilan Baru Calon Rumah

 ini dapur bersihnya
 ini kamar mandi luarnya
 ini kamar mandi yg di dalem kamar kita
 ini dapur kotor, masih finishing
 ini keseluruhan ruang bawah, lagi di cat kusen jendela
 ini carport nya, ada pintu tembus ke dapur kotor n pintu samping rumah
 ini balkon di lantai atas
 sisi dalam pagar depan
 railing tangga atas
 railing tangga
Sisain taman sedikit
 Tampak Luar

kamar utama kita "where the magic happen"
Purple is my colour
lemari ini khusus buat suamiku, hehe...
ruang baca dan santai di lt. atas
pagar mezanin

Selasa, 17 Agustus 2010

Renovasi Rumah Tahap Awal

Alhamdulillah, akhirnya rumah kita hampir rampung juga. pembangunannya yang santai (dananya juga santai), sekitar 1 th renovasi rumah ini. kita belinya udahberupa rumah, cuma pembagian ruangannya berantakan, ada kayak semacam gang. rumahnya sendiri sih lumayan besar Lt 165, Lb 150 terdiri  dari ruang tamu, 3 kt, 1 km dalam kamar, 1 km luar, dapur, ruang cuci. tapi kita mutusin untuk dibangun habis dan sisain taman di halaman depan, trus keatas kita bangun setengah, jadi gak seluruhnya kita bangun lantai 2, jadinya rumah 1 + 1/2 lt. di lt atas ada 2 kamardan 1 kamar mandi, mirip mezanin gitu deh, jadi kalau dari atas bisa liat kebawah, dan dari bawah bisa liat keatas. klo ruangan di lt 1 kita jebol 1 kamar untuk memperluas ruang, jadi antara ruang tamu dan keluarga gak dibatesin tembok. pintu samping juga gak kita rubah, karena kita bikin garasi disamping, jadi penghuni lebih memanfaatkan pintu samping. dan pintu utama khusus buat tamu aja deh, special.
kamar yg 1 lagi kita rumah fungsi menjadi dapur bersih, dan sisa ruang cuci di belakang yang cukup luas kita jadiin dapur kotor, kita tutup tembok dan kasih pintu lagi plus tembusan ke dapur bersih. dapur kotor ini sekaligus tempat cuci juga, ya cuci baju ya cuci piring nantinya.
nah kamar mandi luar juga gak kita rubah fungsinya. kita poles n perbarui aja. trus kamar utama (which is kamar kita) yang sdh tersedia kamar mandi dalam, kita ubah dikit, kita perlebar. bath tub kita ganti bak alas mandi (lupa gw namanya), closet ganti, wastafel ganti, dan terbukti lebih lapang ruangnya.





ya kira-kira seperti gitu deh prosesnya.