Sabtu, 08 Januari 2011

Siapa Yang Berdoa Untuk Saya?

Tulisan dibawah adalah copy dari postingan sebuah discussion board dalam sebuah group yang saya ikuti "Aku Ingin Hamil" atau disingkat AIH. Penulisnya adalah Madam Regina - begitu kami biasa memanggilnya - saya masukkan dalam blog saya sebagai pengingat bahwa amal sholeh lebihberhargadari semuanya, karena anak hanya titipan yang kelak akan diambil lagi oleh si Empunya kehidupan. masih banyak rejeki yang sudah saya terima dan wajib saya syukuri.....
Dalam sebuah kajian, seorang ibu bertanya, “Sudah duabelas tahun saya menikah, tapi belum dikaruniai anak. Kalau sampai ajal menjemput nanti saya belum juga mendapatkan anak, siapa yang akan mendoakan saya di kuburan?”Semua mata tertegun, terharu dan juga sedikit bingung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Beberapa ibu bahkan menitikkan airmata, bisa dirasakan harapan terdalam dari ibu yang bertanya itu. Sebab bagi siapa pun wanita di muka bumi ini, memiliki buah hati dari rahimnya sendiri adalah mimpi terindah, harapan terbesar dan cita-cita tertinggi di sepanjang perjalanan hidupnya.

Namun pertanyaan itu begitu menghentak, betapa setiap orang beriman akan mendapatkan beragam ujian. Salah satunya berkenaan dengan amanah berupa anak. Bagi yang diberi amanah, tetaplah sebuah ujian agar menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya. Ibarat seseorang yang menitipkan suatu barang berharga kepada orang lain yang dipercayainya, ia berharap barang tersebut dijaga, dipelihara sebaik mungkin, hingga pada satu saat barang itu harus dikembalikan, tetap dalam keadaan baik.

Bahkan mungkin ketika barang itu belum waktunya diambil pun, si penitip yang melihat orang yang dipercaya itu mampu menjaga amanah dengan baik, maka ia tak akan sungkan menitipkan barang lainnya. Ada dua motivasi yang muncul ketika titipan kedua diberikan, apakah memang ia telah menjaga dengan baik titipan pertamanya, atau, titipan kedua sebagai ujian agar ia mampu berbuat lebih baik lagi. Begitu pula dengan mereka yang belum diberi kesempatan.Bukan semata karena ia belum layak mendapat amanah, juga bukan karena mereka yang diberi momongan itu lebih baik kualitas diri dan kehidupannya. Ini semua menjadi rahasia Allah, sedangkan sebagai hamba kita hanya bisa berdoa agar Allah kelak memberikan kesempatan itu meski hanya sekali.

Banyak kita jumpai, sepasang suami isteri yang shalih, taat beribadah, berkecukupan, dengan latar belakang pendidikan yang sangat menunjang, namun belum dikaruniai seorang anak. Berbagai upaya sudah dilakukan, dan tak henti berusaha lantaran tak ada sedikit pun masalah medis dalam diri suami isteri tersebut.Jika demikian, doa dan terus bersyukur atas segala rezeki yang telah diterimanya bisa membuat Allah tersenyum dan berkenan menambahkan rezeki lainnya. Tentu saja Allah tahu persis apa yang paling diinginkan setiap hamba, meski tak satu pun hamba yang boleh mendikte keinginan Allah. Kembali ke pertanyaan di atas, “siapa yang akan berdoa untuk saya sesudah saya mati?” adalah pertanyaan dari hati terdalam seorang ibu yang memendam kerinduan teramat dalam akan hadirnya si buah hati.

Makna tertinggi dari harapan sepasang manusia, bukan sekadar bisa menimang dan mengaliri kasih sayang melalui peluk kasih dan sentuhan lembut jemari sang ibu.Tak hanya sebentuk rindu menyanyikan lagu ‘nina bobo’ atau senandung shalawat ketika buah hatinya terlelap dalam belaiannya. Lebih, jelas lebih dari itu. Ia telah menyiapkan segala sesuatunya agar kelak anak-anak yang tumbuh dan keluar dari rahimnya, adalah anak-anak yang memahami betul peran dan multi tanggungjawabnya; kepada Tuhannya, kepada orangtuanya, juga kepada lingkungannya.

Hiburan berupa jawaban, “Meski tidak dikaruniai anak, ibu kan masih punya dua hal lainnya; ilmu yang bermanfaat dan amal shalih” hanya berlaku sesaat. Ketika ia merasa sendiri di rumah, saat suaminya mencari nafkah, suara tangis dan kelakar riang anak-anak akan mengisi hari-hari sepinya. Siapa wanita yang tak menitikkan air mata kala mengetahui segumpal darah berbentuk janin dititipkan di rahimnya? Air matanya sejernih cintanya, bulir airnya menggugurkan kerinduan teramat dalam di sepanjang hidupnya.

Saya berdoa untuk semua saudara yang masih menggenggam rindu ini.

Selasa, 28 Desember 2010

Wishlist for our new home

setelah menempati rumah baru sekitar 1 bulanan ini, baru deh keliatan apa-apa aja yang mesti ditambahain/dilengkapin di rumah ini. jadi kita bikin very very slow wishlist, hihi...kenapa very very....biar lambat asal kekumpul semua. dan diantaranya adalah:
1. Canopy ---> untuk di carport dan sebagian pintu utama, biar gak kepanasan.
2. Fiber ---> untuk pager besi biar gak terlalu tembus pandang kedalem, udah pegernyanya pendek tembus pandang lagi, kan gak enak ye...(btw kita ketauan banget orang kota pindah ke kampungnya, rumah pake pager minimalis, hahahahahaaaaa....).
3. Bel ---> nyokap yang ingetin, soalnya klo ada tamu suka gak ngeh sih, hihi....
4. Bufet partisi ---> buat misahin ruang tamu sama ruang keluarga, biar gak kliatan gitu klo lagi pada korek kuping di ruang kluarga ama tamu.
5. Rak panci2 dapur kotor ---> biar perabotan dapur gw bisa tersimpan rapih, dan makanan bisa disimpen di dalemnya klo lagi gak di meja makan.
6. Krey ---> buat di balkon atas, biar gak terlalu tampias air hujan, lagi pula biar adem juga.


sementara itu dulu kayaknya, nantinya pasti bertambaaaaahhhhh, mudah-mudahan kesampean ya....

Senin, 27 Desember 2010

Happy 2nd Anniversary

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah di tahun kedua pernikahan kami, Engkau selalu menjaga perasaan kasih dan sayang diantara kami.......
Itulah sepenggal doa yang kupanjatkan kepada Allah SWT, atas segala berkah yang telah dilimpahkan kepada kami berdua. Melewati segala cobaan dalan hidup rumah tangga kami yang atas seijinNya pula akan segera diramaikan oleh suara tangis dan tawa anak-anak kami yang sholeh dan sholehah. Amin........

Mudah-mudahan Allah selalu menjaga rasa cinta diantara kami sebagai ibadah kepadaNya. Terima kasih Engkau telah memberikan suami yang penuh kesabaran, pengertian, dalam menghadapi diriku yang masih banyak kekurangannya ini.
Sebagaimana di 27 des 2008 yang lalu kami telah melaksanakan salah satu sunahmu dengan menikah. Berikanlah kesabaran kepada kami dalam setiap usaha dan upaya kami dalam memohon berkahmu untuk menghadirkan keturunan bagi kami.
Semoga di tahun ketiga pernikahan kami, Engkau berkenan mengabulkan doa kami, dan memberikan apa-apa tepat waktunya dan yang baik menurutMu, bukan apa-apa yang kami inginkan.


Minggu, 26 Desember 2010

"Bersyukurlah maka akan Kutambah"

Terinspirasi dari obrolan ringan dengan seorang sahabat yang oleh Allah melalui dia saya bertemu laki-laki yang sekarang menjadi suami saya.......

trrriiiinngg, suara penanda bbm masuk
sahaba t: "hi bu apakabar?"
sc : "alhamdulillah baik, tumben nih ada apa?"
sahabat : "gpp, kangen aja, sekalian mo tanya taun baruan kemana?"
sc : "kayaknya sih di rumah aja lah, secara baru pindah biar nge-blend ama tetangga"
sahabat : "oh kirain ke tempat mertua/ortu, rencananya mo maen kesana, mo liat rumah barunya, hehe"
sc : "yaudah main aja, suami juga ada kok"
obrolan terus berlanjut, sampe akhirnya dia mengirim pesan
sahabat : "kadang gw iri sama lo. suami kerja pns, lo juga dapet kerja enak di bumn, udah bisa punya rumah sendiri. gak kayak gw nih, setiap bulan harus mikir gimana caranya supaya bisa nyampe abis bulan. gaji kita berdua ngepas banget buat kebutuhan sehari-hari sama kebutuhan anak. pusing mikirin kerjaan suami yang belum mapan."
sc : "apapun yang dikasih sama kita itu rejeki. jangan pernah bilang gitu, namanya gak bersyukur. buktinya lo dikasih rejeki anak sama Allah, sedikit atau banyak tetep rejeki. memang gw sama suami mungkin mapan di kerjaan, tapi kita belum ada anak, tapi kita tetep bersyukur walau belum ada anak. Banyak loh yang susah punya anak, jangan pernah melupakan kalau anak juga rejeki. katanya kalau kita pandai bersyukur, akan ditambah loh." (kira2 gitu jawaban sok tua gw, hehehehehe.......)

dari obrolan tersebut, gw kembali ngeliat ke diri gw, apa gw udah cukup bersyukur sama Allah? namanya manusia ada aja yang bikin iman naik turun. dan gw renungin lagi kata2 temen gw itu.
soal kerjaan Alhamdulillah ada, kalau inget berapa banyak orang yang susah dapet kerjaan, atau harus kerja keras, kepanasan, keujanan,bahkan sampai rela ninggalin keluarga untuk jadi TKI.
Bersyukur.
soal rumah, Alhamdulillah udah punya sendiri, meskipun bukan di perumahan elit dan harus di pinggir jakarta, kalau liat berapa banyak orang yang masih harus mikirin biaya sewa rumah, bahkan gak punya rumah, tinggal di kolong jembatan, kepanasan, keujanan.
Bersyukur.
soal anak. beryukurlah yang langsung dikaruniai keturunan setelah menikah, berarti Allah menganggap mereka mampu dan sanggup menjadi orangtua. bagi yang belum harus tetep berusaha, berdoa, dan selalu
Bersyukur.

Apapun yang Allah kasih, sedikit banyak itu tetep rejeki dan wajib disyukurin. Allah itu paling tau yang harus dikasih ke kita, yang paling tau apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, karena Allah ingin kita selalu bersyukur atas apa yang diberikanNya. Kalau kita selalu dikasih apa yang kita inginkan, Allah tau sifat manusia itu yang selalu lalai dan terlena, dan kita akan melupakanNya.
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur

Sabtu, 25 Desember 2010

Belalang terindah! Subhanallah

Di suatu sabtu pagi, saat kita berdua sedang bersantai di balkon atas...taelah bahasa lo...
Jadi critanya gini, sabtu pagi nih, pada libur kerja, trus iseng pengen sarapan di balkon atas, pas gw lagi bikin sarapan, tiba2 suami turun nyamper eik ke dapur."De liat deh keatas ada belalang bagus banget, kayak daun gitu". gw pikir kan belalang biasa aja gitu, yang emang warnanya ijo kan, jadi gw jawab aja sekenanya "ya belalang emang warnanya ijo gitu kayak daun". Laki gw pun naik lagi keatas, gw juga dah konsen lagi nyiapin sarapan. gak lama selesai, naiklah gw keatas bawain sarapan. sampe di balkon pun gw belom ngeh sama belalang yang diomongin suami, sampe akhirnya gw liat sendiri, waaaaawwwww, kkeeeeyyyeeeennnn.....
Subhanallah....ada belalang besar lagi nemplok di tembok balkon, cantiknya itu belalang, baru sekali gw liat liat belalang cantik begitu, ukurannya besar deh sejengkal tangan gw, kakinya panjang-panjang, pokoknya indah banget.dah gitu badannya beneran kayak bentuk daun gitu, sedetail-detailnya, ada ruas tulang daunnya juga. wah sempet kepikiran buat nangkep n taro di toples, tapi kasian, belalang gini kemungkinan jarang ada.
baru deh gw ngerti kenapa suami gue excited banget sama belalang ini.
gak rugi deh tinggal di kampung pinggir jakarta, banyak menu hal-hal seru yang gak pernah kebayang sebelumnya. udara yang sejuk, lingkungan yang tenang, mudah2an berkah semua deh.

Sabtu, 11 Desember 2010

tukang sayur dan warung sembako

sebagai istri yang baik, taelah, critanya sambil nunggu mulai kerja lagi, jadi sehari-hari gw full ngerjain kerjaan rumah tangga, ya kayak bebenah, masak, nyuci, gosok, de el el. sebenernya sih ini bukan hal yang luar biasa/baru buat gw. karena selama ngontrak pun gw dah terbiasa ngejain ini, tentunya bagi tugas sama suami. dan rasanya untuk disini,di rumah ini, sudah saatnya gw membutuhkan jasa asisten rumah tangga. secara rumah gede gini, orang cuma berdua, pada kerja pula, gak kepegang klo pengen bersih n rapih tiap hari, kec. sabtu minggu baru bisa kita yang ngerjain karena kita libur kerja. dan ternyata, pada saat-saat baru pindah juga banyak yang menawarkan diri untuk kerja disini. ya urusan peneyeleksian calon kandidat asisten gw, diserahkan sepenuhnya ke gw sama suami, critanya nanti aja ya....
ow iya, tukang sayur disini ada 2 macem, yang keliling dan yang nomaden. klo yang keliling lumayan bagus n seger barang2nya. tapi jalannya pagi banget jam 7. rumahnya ada di sebelah gw, yang jual namanya Mpok Beti, ya orang2 sih manggilnya gitu, tapi gw juga gak tau nama benernya siapa. nah si mpok ini yang jualan sayur keliling pake gerobak. biasanya klo mo jalan ke komplek depan, dia mangkal bentar tuh, di ujung gang, deket warung yang percis banget searah pintu dapur gw, jadi tinggal longok aja, masih ada kagak tuh si mpok (et dah ngapa jadi betawi gini ya ngomongnya?).
tapi gw baru sering belanja sama dia di minggu kedua, soalnya dari info yang gw dapet katanya dia berangkat jam 6 pagi. ya gak keburu belanja, kan gw mesti ngalayanin suami dulu, maksudnya nyiapin sarapan, minuman, beberes kamar, weh dah ngeres aja lo ye....hihi....jadi di minggu pertama gw seringnya belanja di warung yang nomaden, tempatnya sih ada di belakang rumah gw, gak percis banget sih. cuma barangnya gak komplit, gak ada ikan, ayam gitu. cuma sayur mayur, tahu tempe, bumbu dapur, jualannya juga suka2 dia tuh, alias, sering gak dagang, banyak liburnya.wah klo dah gini gw bingung nih mo masak apaan. klo ada stock nugget/sosis/telur mah gampang aja, asal bawang2an tersedia. jadi gw lebih seneng belanja di si mpok deh.
orangnya juga baek, pernah kapan hari gw masak sayur asem, eeee...asemnya dikit bgt, jadi kurang, nah gw nyoba ke warung nomaden, gak ada. akhirnya gw nunggu dia balik, gw tanya "mpok ada asen gak?". si mpok jawab "ya abis, buat apa mangnya?". gw jawab lagi "buat nyayur asem". si mpok berinisiatif."pake blimbing aja, tar yak saya ambilin". eh gak taunya dia metik itu blimbing wuluh/sayur di belakang rumah tetangga. Alhamdulillah ada yang mau nolongin. "makasih ya mpok". jadi deh sayur assem kesukaan suami, hehe...
nah klo toko kelontong ada yang komplit, namanya warung ucok, emang orang batak yang jualan. di warung ini bisa delivery, telpon ke flexi phone gitu (krn emang disini blm ada telpon kabel) nah biasa beli apa2 disini. sembako juga komplit, beras, telur, minyak, kecap, komplit dah. aqua galon, tabung gas yang 12 kg n 3 kg juga ada. tinggal telpon ajah, beres deh.
ya kira-kira gitu deh pengenalan diri gw sama urusan perwarungan di tempat ini. owiya btw gw disini dipanggilnya ibu, semua orang manggil ibu, manggilnya "bu teddy" hahahahahaaaa....

Minggu, 05 Desember 2010

Pindah Rumah Part 3

alhamdulillah akhirnya kita resmi pindah rumah. dan seperti pindahan rumah orang kebanyakan, repotnya dan ribetnya minta ampun. walhasil kita mengerahkan tante,om, sepupu, tetangga dan siapapun juga yang bersedia kita bikin rempong, hahaha....
owiya, sedikit tips nih buat yang mau pindah rumah, walaupun gw juga sebenernya gak sedetil itu juga sih
1. mulailah packing dari barang2 yang sekiranya tidak sering kita gunakan. klo gw yang gw packing duluan itu adalah buku2, pajangan2, juga barang2 di gudang.
2. biasanya kalau pindahan sekaligus bakalan berantakan dan cuapeknya minta ampun. jadi untuk menyiasatinya, kita pindahin barang 2-3 tahap, yang pasti barang2 besar diutamakan duluan. kalau pakaian dan barang2 pribadi bersamaan dengan waktu kita pindah resmi.
3. perabotan besar, kayak meja makan, lemari/bufet, bisa didahulukan. yang bersamaan dengan penghuni biasanya tempat tidur,lemari pakaian.
nah itu strategi yang gw pakai waktu kita pindahan rumah.
tapi jujur aja, begitu sampe rumah baru, kadang kita sendiri bingung apa duluan yang mesti dikerjain, hehe...akhirnya kita bagi tugas, cowok2 urusan berat2 alias angkat2 perabot. mindahin barang ini itu, maku ini itu, de el el.
yang cewek2 bagian bersih2 dan menata ruangan. kayak nyapu, ngepel, rapihin perabotan, de el el.
ya namanya juga di rumah baru, pasti banyak yang gak ketempatan. mestinya sih pelan2 aja. klo kata emak gw, santai wae lah. yang penting fokus sama kerjaan dulu.
emang ssih banyak yang kurang. tapi kita dapet rejeki nih, dikasih dispenser sama mertua. haha..tau aja dispenser kita sudah waktunya dilem biru, eh ada yang kasih....Alhamdulillah.
nah satu lagi kendala klo pindah rumah, jangan lupa persediaan makanan sedikit sama teh dan gula.hehe...soalnya kita belum tau daerah asal kan, jadinya suka ribet sendiri mo nyari sarapan/makan siang/makan malem. kebeneran sih di daerah sini klo nyari makan malem gampang, yang rada susah itu justru sarapan. waktu hari pertama kemarin sempet nyoba beli bubur ayam. tapi rasanya kurang sedep. jadi kita beli roti tawar deh. untungnya warung dekat disini, tukang sayur mayur juga ada, mau yang mangkal atau yang ngider tinggal pilih. tapi dua hari pertama ini gw belum sempet masak dan belanja sayur mayur. jadi masih beli deh. pengennya sih besok nyoba beli sayuran n lauk trus masak deh. mumpung masih libur nih, karena selain pindah rumah, gw juga pindah kerja. Alhamdulillah dapet rejeki bisa kerja di salah satu bumn di jakarta.
cerita tentang kerjaan baru gw ini, nanti yaaa....di episode selanjutnya.
nah, yang paling gw seneng tinggal disini adalah udaranya sejuk banget. dingin malahan. otomatis ac di kamar paling baru kita nyalahin sekitar jam 10 itu juga buat dinginin ruangan aja. kita pake timer sampe jam 2 mati, trus sampe pagi gak nyalahin lagi, dingin banget udaranya. apalagi malem pertama, wwwiiiiiiiiihhhhhh, semriwing, klo  penganten baru mah swedep bener dwaahhhh. mana hawanya bikin ngantuk terus lagi, tidur mulu maunya, siang2 aja di kamar tanpa nyalahin ac bisa tidur nyenyak....udaranya top bgt dah.
lanjut lagi ya nanti kisah di rumah baru kita